PM2.5 Palembang Mendekati Ambang Berbahaya, Asap Kembali Pekat pada Malam Hari

PM2.5 Palembang Mendekati Ambang Berbahaya, Asap Kembali Pekat pada Malam Hari

PALEMBANG - Konsentrasi PM2.5 di Palembang mencapai 249,7 µg/m³ pada Minggu (18/10/2026) pukul 20.00 WIB, mendekati ambang kategori berbahaya sebesar 250,5 µg/m³. Catatan Stasiun Musi 2 Palembang itu masih berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Selisih kedua angka tersebut adalah 0,8 µg/m³. Meski belum mencapai ambang yang disebutkan, memburuknya kualitas udara kembali menjadi perhatian saat asap karhutla menyelimuti kota pada malam hari.

Peningkatan konsentrasi telah tercatat sejak petang. Pengukuran pukul 18.00 WIB menunjukkan 210,1 µg/m³, kemudian naik menjadi 237 µg/m³ pukul 19.00 WIB. Nilainya kembali meningkat pada pengukuran satu jam berikutnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, membenarkan bahwa kualitas udara kembali masuk kategori sangat tidak sehat mulai pukul 18.00 WIB. Data pada pukul 13.00–17.00 WIB sebelumnya berada dalam kategori tidak sehat.

Di kalangan warga, perubahan itu terasa dalam aktivitas sehari-hari. Putri, warga Ilir Barat I, mengatakan matanya perih saat berkendara. Ia menyebut asap mulai berkurang pada siang hari, lalu kembali terasa sore hingga malam.

Ella pun merasakan asap yang lebih tebal pada malam hari dalam dua hari terakhir. Menurutnya, bau asap bahkan tertinggal pada pakaian.

"Bau asap juga menempel sampai tercium di baju," ujarnya.

Wandayantolis meminta masyarakat tetap waspada terhadap kondisi tersebut.

"Masyarakat tetap diimbau waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker," katanya.

Laporan terkait